Icon
Icon
Icon
Icon
Icon
Icon
Showing posts with label Blog. Show all posts
Showing posts with label Blog. Show all posts

Recent Post Dengan Thumbail

8:30 PM
0 comments
Hai sobat, gimana kabarnya nih ?, semoga dalam keadaan sehat. Nah kali ini saya mencoba menulis lagi tentang widget pada blogspot, tak lain adalah widget recent post yang sebelumnya sudah pernah saya tulis di blog ini dengan berbagai versi.
Namun kali ini sedikit agak berbeda dengan bentuk widget ini dengan adanya tambahan gambar thumbnail yang ada di postingan, dengan tujuan agar pembaca blog kita tertarik dengan postingan yang kita suguhkan setelah melihat thumbnail gambar yang mungkin unik, lucu, mempesona dsb.

Widget ini cocok bagi Anda yang mempunyai blog bernuansa gallery, misalnya gallery template, foto, desain dan sebagainya.

Untuk membuatnya silahkan ikuti langkah-langkah dibawah ini .

Pada menu Dashboard klik menu "Design - > Page Elements"

Lalu pilih area pada layout anda dan klik "Add a Gadget" dan pilih "HTML / JavaScript"

Dan taruh script dibawah ini kedalamnya.


Keterangan :

boxwidth = 230; untuk menentukan lebar dari widget yang harus Anda sesuaikan dengan lebar Layout Anda.
Ganti URL "
http://sangmerak.blogspot.com//" dengan alamat blog Anda.
Dan untuk modifikasi yang lain silahkan ubah keterangan-keterangan yang ada diatas.

Nah kalau sudah tinggal SAVE.

Sekian sobat blogger, semoga tutorial ini dapat anda gunakan dan bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan.
 

Cara Setting Blog Di blogger

8:18 PM
0 comments
Hal pertama yang penting anda lakukan agar blog anda di blogger mempunyai performa yang baik adalah melakukan beberapa Setting atau pengaturan. Sebagai bahan inspirasi bagaimana cara melakukan setting blog di blogger, berikut Kolom Tutorial tuliskan cara pengaturan blog di blogger (pastikan anda (pastikan anda memilih bahasa indonesia agar sesuai dengan tutorial dibawah) :

* Silahkan login ke blogger dengan ID anda.
* Klik Pengaturan.
* Akan terlihat tab-tab menu berisi hal-hal yang harus anda atur :
Dasar

Beberapa pengaturan dalam menu Dasar:

Alat Blog : Impor blog → ini adalah faslitas untuk mengimpor data dari komputer anda ( ini biasanya dilakukan ketika transfer blog) tidak usah di klik, biarkan saja. Ekspor blog > ini adalah fasilitas untuk mengekspor data blog dari server blogger ke komputer anda. Fasilitas ini disebut juga sebagai fasilitas Backup blog. Disarankan agar anda membuat backup data ke komputer anda, minimal satu minggu sekali. Data backup tersebut sewaktu-waktu bisa bermanfaat ketika anda ingin mentransfer ke blog lain di blogger, atau bisa juga untuk migrasi ke mesin blog yang lain seperti Wordpress. Hapus blog > Fasilitas untuk menghapus blog anda. Jika anda tidak berniat untuk menghapus blog, maka jangan sekali-sekali klik link ini.
Judul : isi dengan judul blog yang anda inginkan. Contoh : My personal blog
Uraian : isi dengan deskripsi blog yang ingin ditampilkan, sebaiknya ini diisi jangan dikosongkan. Contoh : catatan kecil hidupku yang unik.
Tambahkan blog Anda ke daftar kami? : disarankan untuk memilih opsi Ya.
Biarkan mesin pencari menemukan blog Anda? : Pilih Ya, agar blog anda dapat di index oleh mesin pencari seperti Google, Yahoo atau Bing.
Tampilkan Editing Cepat di Blog Anda? : Boleh pilih Ya atau Tidak.
Tampilkan Link Posting Email? : Ini berupa icon email, jika anda menginginkan agar pengunjung blog dengan mudah mengirimkan email ke teman mereka tentang blog anda, maka Pilih Ya. Namun jika tidak, silahkan pilih Tidak.
Konten Dewasa? : Jika blog anda nantinya akan berisi hal-hal yang besifat dewasa seperti menampilkan artikel, gambar, atau video wanita seksi, dll maka pilih Ya. Namun, jika blog anda berisi hal-hal yang aman diakses oleh anak kecil, pilih Tidak. Sebagai catatan, jika anda memilih opsi Ya, maka nantinya ketika diakses blog anda akan ada peringatan bahwa berisi konten dewasa.
Pilih editor entri : Ini adalah pilihan untuk post editor. Editor yang diperbarui → ini adalah post editor terbaru yang dimiliki oleh blogger, banyak fasilitas baru yang terintegrasi dalam post editor ini seperti tombol More untuk memotong artikel di blog anda. Editor lama → ini adalah post editor lama yang dimiliki blogger namun masih bisa anda gunakan, ada beberapa toolbar terdapat dalam post editor lama, namun tidak disediakan lagi di post editor baru, jadi silahkan pilih mana yang anda mau. Sembunyikan mode penyusunan → pilihan ini khusus bagi anda yang sudah mahir dengan kode HTML, jika anda tidak menguasai tentang HTML, jangan gunakan post editor ini.
Aktifkan transliterasi? : Pilih Aktifkan jika post editor anda ingin mendukung ke translasi Hindi, Kannada, Malayalam, Tamil, atau Telugu. Pilih Nonaktifkan jika post editor anda tidak ingin ada translasi bahasa tersebut.
Akhiri pengaturan menu Basic dengan klik tombol SIMPAN SETELAN.

Publikasikan

Ini adalah fasilitas untuk mengubah nama domain anda di blogger dengan nama domain milik anda sendiri. Misal : http://namabloganda.blogspot.com menjadi http://namabloganda.com.

Untuk sementara waktu jangan lakukan apa-apa pada menu publikasikan ini. Tutorial tentang custom domain di blogger bisa anda baca pada artikel Cara Custom Domain di Blogger.


Format

Beberapa pengaturan dalam menu Format :

Tampilkan sebanyak mungkin : tulis jumlah post yang ingin tampil di halaman depan blog anda. Contoh : 5. Untuk pilihan dropdown disarankan untuk memilih opsi posting, jangan hari.
Format Header Tanggal : Pilih format tampilan tanggal yang anda sukai.
Format Tanggal Index Arsip : pilih format tampilan arsip yang anda inginkan.
Format Timestamp : Pilih format tampilan jam yang anda sukai. Jam disini adalah catatan waktu ketika artikel anda di publikasikan di blog.
Zona Waktu : Sesuikan dengan zona waktu dimana tempat anda berada.
Bahasa : Pilih bahasa yang dipakai untuk blog anda.
Konversi ganti baris : ini adalah fasilitas line break secara otomatis ketika anda klik enter ketika membuat sebuah posting. Fasilitas ini di pakai apabila anda kedepannya tidak akan memposting tentang kode-kode semisal HTML dan lain sebagainya. Pilih Tidak, jika anda berniat nantinya akan memasukkan kode-kode HTML kedalam posting posting anda, misal jika konten blog anda berisi tutorial bahasa HTML, PHP dan lain sebagainya.
Tampilkan Field Judul : Pilih Ya ataupun Tidak juga tidak ada masalah.
Tampilkan kolom Link : Pilih Tidak atau Ya juga tidak ada masalah.
Aktifkan perataan float : Pilih Ya, ini adalah agar gambar bisa diatur posisinya dalam postingan. Namun jika pilihan ini mengganggu tampilan blog anda nantinya, pilih saja Tidak.
Templat Entri : ini adalah fasilitas agar isi dari Templat Entri ini akan selalu muncul pada saat membuat posting. Biasanya fasilitas ini sering di gunakan untuk signature blog, yaitu tulisan atau kode signature disimpan dalam Templat Entri, sehingga ketika anda membuat posting, kode signature tersebut akan secara otomatis muncul tanpa harus menuliskannya secara berulang-ulang.
Akhiri Pengaturan menu Format dengan klik tombol SIMPAN SETELAN

Komentar

Beberapa pengaturan dalam menu Komentar :

Komentar: Pilih Tampilkan, jika anda menginginkan agar postingan ada bisa di komentari oleh pengunjung. Pilih Sembunyikan, jika artikel yang anda posting tidak ingin di komentari oleh pengunjung.
Siapa yang Bisa Berkomentar ? : Siapa pun - termasuk Pengguna Anonim → untuk pilihan ini, maka siapa saja dapat berkomentar, termasuk Pengguna Anonim atau tanpa identitas jelas. Pengguna Terdaftar - termasuk OpenID → hanya user yang teregistrasi saja yang bisa berkomentar terhadap artikel anda, yang termasuk Pengguna Terdaftar adalah mereka yang mempunya akun di Google, Live Journal, Wordpress, Type pad, AIM, serta OpenID. Pengguna dengan Google Account → Yang bisa berkomentar hanyalah mereka yang mempunyai akun google. Hanya anggota blog ini → Hanya anggota dari blog anda saja yang bisa berkomentar, ini biasanya dipakai jika blog anda adalah untuk komunitas tertentu, misal komunitas pendidikan.
Penempatan Formulir Komentar : Halaman penuh → halaman blog anda akan di timpa oleh kotak komentar ketika ada pengunjung klik link komentar. Jendela munculan → Kotak komentar akan muncul dalam jendela baru apabila ada pengunjung yang klik link komentar. Disemat di bawah entri → kotak komentar akan langsung ditampilkan langsung dibawah artikel posting anda, sehingga pengunjung dapat langsung memeberikan komentar tanpa harus klik link komentar. Format kotak komentar yang paling banyak disukai oleh blogger adalah Disemat di bawah entri.
Default Komentar untuk Entri : pilih Entri baru memiliki komentar jika artikel post anda ingin ada kotak komentarnya, namun sewaktu-waktu anda bisa saja mematikan fungsi ini ketika melakukan posting. Pilih Entri baru tidak memiliki komentar jika artikel post anda tidak ingin mempunyai kotak komentar, namun sewaktu-waktu anda bisa saja memunculkan fungsi ini ketika melakukan posting.
Tautbalik : Pilih Tampilkan jika anda ingin menampilkan link ke website yang membuat link ke artikel yang anda buat. Pilih Sembunyikan jika anda tidak ingin menampilkan link ke website yang membuat link ke artikel yang anda buat.
Bawaan Tautbalik untuk Posting : pilih Entri baru memiliki Tautbalik jika setiap artikel yang di posting memiliki Backlinks. Pilih Entri baru tidak memiliki Tautbalik jika setiap artikel yang di posting tidak ingin memiliki Backlinks.
Format Timestamp Komentar : pilih format tampilan tanggal komentar yang anda sukai.
Pesan Formulir Komentar : Tulis pesan yang ingin muncul diatas kotak komentar. Misal : Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.
Moderasi komentar : Pilih Selalu jika setiap komentar yang masuk ingin di moderasi terlebih dahulu oleh anda. Pilih Hanya pada entri yang lebih lawas dari jika komentar ingin di moderasi terlebih dahulu terhadapat posting yang umurnya telah anda tentukan. Pilih Tidak pernah, jika komentar yang masuk tidak ingin di moderasi terlebih dahulu dan akan langsung muncul diblog anda. Jangan lupa untuk memasukkan alamat email anda, apabila ketika ada orang yang berkomentar anda akan mengetahuinya melalui email. Atau kosongkan saja apabila anda tidak ingin menerima email pemberitahuan tentang komentar.
Tampilkan verifikasi kata untuk komentar? : Pilih Ya jika ingin menampilkan huruf verifikasi ketika ada yang berkomentar, pilihan ini adalah untuk mencegah terhadap script robot spam yang bisa membombardir blog anda dengan komentar, walaupun begitu pilihan ini mempunyai kekurangan yaitu pengunjung blog anda biasanya malas untuk berkomentar karena merasa ribet ketika berkomentar. Pilih Ya jika tidak ingin menampilkan huruf verifikasi, pilihan ini sedikit rentan terhadap script robot spam, namun biasanya pengunjung akan lebih suka berkomentar karena mudah dilakukan.
Tampilkan gambar profil dalam komentar? : Pilih Ya jika dalam kometar ingin ditampilkan gambar profile yang berkomentar. Pilih Tidak jika tidak ingin menampilkan gambar profile pemberi komentar.
Email Pemberitahuan Komentar : Masukkan alamat email yang ingin dikirim notifikasi apabila ada yang berkomentar. Jumlah maksimal email yang dapat menerima adalah 10 email.
Akhiri pengaturan menu Komentar dengan klik tombol SIMPAN SETELAN.

Arsipkan

Beberapa pengaturan dalam menu Arsipkan :

Frekuensi Arsip : pilih arsip yang ingin di tampilkan apakah Arsip tidak ada, Harian,Mingguan, atau Tiap Bulan. Disarankan untuk memilih Tiap Bulan.
Aktifkan Halaman Posting? : Silahkan pilih Ya atau Tidak.
Akhiri pengaturan menu Arsipkan dengan klik tombol SIMPAN SETELAN.

Feed Situs

Beberapa pengaturan dalam menu Feed Situs :

Izinkan Feed Blog : Silahkan pilih Tak satupun, Singkat, atau Penuh. Disarankan untuk memilih opsi Penuh.
Posting URL Pengubahan Arah Feed : isi dengan alamat feed milik anda, ini adalah jika anda telah melakukan burner feed seperti misalnya dengan feedburner. Namun jika belum punya, silahkan dikosongkan saja terlebih dahulu. Untuk pembahasan feed burner akan di posting pada posting selanjutnya.
Post Feed Footer : Isi dengan kode yang ingin tampil pada footer post feed. Jika belum mengerti dikosongkan saja terlebih dahulu.
Akhiri Pengaturan menu Feed Situs dengan klik tombol SIMPAN SETELAN.

Email & Seluler

Untuk memposting sebuah artikel kedalam blog anda, tidak hanya melalui post editor yang ada di blogger. Namun, anda pun bisa posting artikel melalui email ataupun perangkat seluler anda.

Beberapa pengaturan dalam menu Email & Seluler :

Alamat BlogSend : tulis alamat email yang ingin dikirim notifikasi apabila anda mempublikasikan sebuah artikel. Maksimal jumlah yang bisa di kirim adalah sampai 10 buah email, format penulisan email di pisahkan dengan tanda koma ( , ).

Alamat Pengeposan via Email : buatlah alamat email blogger untuk mengirimkan posting dari email atau perangkat seluler dengan cara menuliskan pada kotak yang tersedia. Misalkan alamat email anda adalah contohsaja@gmail.com maka anda bisa membuat email blogger menjadi contohsaja.post@blogger.com atau contohsaja.blog@blogger.com atau apa saja menurut anda yang bagus. Tapi ingat, rahasiakan alamat email ini agar orang lain tidak bisa posting ke blog anda Untuk mengaktifkan fitur ini, anda harus memilih opsi Publikasikan segera email, artinya apabila anda mengirimkan email ke alamat diatas, isinya akan langsung diposting ke blog. Jika opsi yang dipilih adalah Simpan email sebagai entri konsep, maka email yang dikirimkan tidak akan langsung di publikasikan, melainkan akan masuk ke post konsep.

Namun, apabila anda tidak ingin mempublikasikan melalui email, pilih opsi Dinonaktifkan. Fungsi ini banyak juga dipilih dengan alasan keamanan.

Jangan lupa akhiri pengaturan menu Email & Seluler dengan klik tombol SIMPAN SETELAN.
OpenID

Disini tidak ada yang harus di atur, melainkan pemberitahuan bahwa alamat blog anda bisa digunakan sebagai alamat OpenID. Apa itu OpenID? Mungkin lain kali akan dibahas.
Izin

Pada menu ini anda dapat menambahkan penulis dengan cara di undang ke email yang anda anggap layak untuk ikut serta menjadi penulis di blog anda.

Pada Siapa yang bisa melihat blog ini? Anda dapat memilih siapa saja yang dapat mengakses blog anda. Opsi Siapapun berarti blog anda terbuka untuk umum atau bisa dibuka oleh siapa saja. Hanya Orang-orang yang saya pilih yaitu hanya orang-orang yang di undang oleh anda yang dapat mengakses blog anda dengan cara login terlebih dahulu. Hanya penulis blog berarti hanya penulis saja yang bisa mengakses isi halaman blog anda, Opsi Hanya penulis blog terkadang di gunakan juga pada saat mengganti template, agar blog anda tidak terlihat semrawut ketika mengganti template.

Untuk pembahasan Cara Pengaturan Blog Di blogger sepertinya sudah cukup, apa opini anda tentang ini?

Panduan membuat Blog di Blogspot

8:16 PM
0 comments
1. Apa itu Blog ?

Blog merupakan sigkatan dari “Web log” adalah salah satu aplikasi web berupa tulisan-tulisan yang umum disebut sebagai posting pada halaman web. Tulisan-tulisan tersebut seringkali diurut dari yang terbaru dan diikuti oleh yang lama.

Awalnya, blog dibuat adalah sebagai catatan pribadi yang disimpan secara online, namun kini isi dari sebuah blog sangat bervariatif ada yang berisi tutorial ( contoh blog ini ), curhat, bisnis dan lain sebagainya. Secara umum, blog tidak ada bedanya dengan situs yang ada di internet.

Flatform blog atau seringkali disebut juga dengan mesin blog dibuat sedemikian rupa oleh para designer blog agar mudah untuk digunakan. Dulu, untuk membuat aplikasi web diperlukan pengetahuan tentang pemrograman HTML, PHP, CSS dan lain sebagainya, dengan blog semuanya menjadi mudah semudah menyebut angka 1 2 3.


2. Cara membuat blog di blogspot

Salah satu penyedia blog gratis yang cukup populer saat ini adalah blogspot atau blogger, dimana ketika mendaptar adalah melalui situs blogger.com namun nama domain yang akan anda dapatkan adalah sub domain dari blogspot, contoh : contohsaja.blogspot.com

Kenapa harus membuat blog di blogger.com bukan pada situs penyedia blog lainnya? Sebenarnya tidak ada keharusan untuk membuat blog di blogger, namun ada banyak kelebihan yang dimiliki blogger di banding dengan penyedia blog lain. Beberapa contoh kelebihan blogspot di banding yang lain yaitu mudah dalam pengoperasian sehingga cocok untuk pemula, lebih leluasa dalam mengganti serta mengedit template sehingga tampilan blog anda akan lebih fresh karena hasil kreasi sendiri, custom domain atau anda dapat mengubah nama blog anda dengan nama domain sendiri misalkan contohsaja.blogspot.com di ubah menjadi contohsaja.com,sedangkan hosting tetap menggunakan blogspot dan masih tetap gratis.

Perlu ditekankan dari awal bahwa internet itu sifatnya sangat dinamis, sehingga mungkin saja dalam beberapa waktu kedepan panduan membuat blog di blogspot ini akan sedikit berbeda dengan apa yang anda lihat di blogger.com

Untuk mengurangi hal yang tidak perlu di tulis, berikut cara membuat blogger di blogger.com
Membuat Email

Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam membuat blog adalah anda memiliki alamat email yang masih aktif atau di gunakan. Jika anda belum mempunyai alamat email, silahkan daftar terlebih dahulu di gmail karena blogger adalah salah satu layanan dari Google maka ketika mendaftar ke blogger sebaiknya gunakan email gmail. Jika anda belum paham bagaimana cara membuat email, silahkan gunakan mesin pencari google untuk mencari panduannya.

Daftar Blog di blogger

Silahkan kunjungi situs http://www.blogger.com
Setelah halaman pendaftaran terbuka, alihkan perhatian ke sebelah kanan atas, ubah bahasa ke Indonesia agar lebih mudah difahami. Silahkan langsung login dengan menggunakan username serta password gmail anda ( akun email anda bisa untuk login ke blogger).
Klik tombol bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA. Isilah nama judul blog serta alamat blog yang di inginkan. Ingat! dalam membuat alamat blog harus benar-benar serius karena itu permanen tidak dapat digantikan lagi (kecuali nanti ganti dengan custom domain). Jika alamat yang diinginkan ternyata tidak bisa digunakan, masukkan kembali alamat lain yang masih tersedia. Jika alamat blog yang diinginkan masih tersedia, silahkan klik anak panah bertuliskan LANJUTKAN. Silahkan pilih template yang anda sukai ( template ini nanti bisa diubah lagi kapan saja anda mau), kemudian klik LANJUTKAN. Akan ada tulisan “Blog Anda Sudah Jadi!”. Silahkan lanjutkan dengan klik tombol MULAI BLOGGING. Setelah masuk post editor, silahkan isi apa saja ( disarankan untuk langsung mengisi posting, biasanya jika tidak langsung posting akan terjaring robot anti spam milik blogger, dan blog anda akan di lock). Contoh : hello world. Klik Tombol PRATINJAU untuk melihat tampilan yang nanti akan muncul di blog, klik tombol TERBITKAN ENTRI jika posting anda mau dipublikasikan ke publik.

Klik “Lihat Entri” untuk melihat blog anda. Berikut contoh tampilan blog yang tadi di buat.

tampilan-blog
Selesai.

Untuk tahap awal, blog anda sudah jadi dan bisa diakses dimana saja. Untuk pembahasan lebih dalam tentang bagaimana blogging dengan blogger, akan di bahas pada posting berikutnya.

Mengoptimalkan Title Tag

12:51 AM
0 comments
Selamat hari senin dan memulai aktifitas lagi kawan. Kali ini saya akan membahas sedikit mengenai title tag. Banyak kawan blogger yang meremahkan hal ini. Dulu saya juga tidak peduli dengan title tag, namun seiring dengan informasi yang saya dapat, ternyata meremehkan title tag sangat rugi, khususnya bagi anda yang ingin meningkatkan SEO blog anda.

Pada dasarnya, title tag adalah suatu judul dalam suatu dokumen. Berfungsi untuk mempermudah visitor memahami dan menganalisa garis besar informasi yang terdapat dalam postingan/blog kita. Optimalisasi title tag baik untuk judul blog maupun judul artikel sangat penting dalam SEO karena salah satu cara search engine mengukur seberapa relavan suatu halaman website adalah berdasarkan title tag. Jadi tanpa adanya title tag, search engine akan kesulitan membaca blog/postingan kita. Oleh karena itulah optimasi title tag termasuk dalam kategori SEO On page.

Banyak kawan-kawan yang membuat title tag seperti ini “SELAMAT DATANG DI nama blog“. Dalam dunia SEO hal tersebut tentu sangatlah tidak efisien, karena membuang kesempatan search engine mengeksplor lebih dalam blog kita. Akan lebih baik jika kita menuliskan title tag seperti ini “azaxs.net | tutorial, blogger dan wordpress“ atau “tutorial, blogger dan wordpress | azaxs.net” karena search engine akan mudah membaca dan memahami isi blog kita..

Begitu juga dalam postingan. Terkadang kita membuat judul yang lucu namun dalam dunia SEO judul tersebut tidak efektif. Contohnya. “Mantaf gan, rugi gak liat!!”. Bagi visitor mungkin akan tertarik melihat isi postingan, namun berbeda bagi search engine, karena mereka bukanlah manusia, jadi search engine tidak akan mengerti maksud dari judul tersebut. Oleh karena itu lebih baik kita membuat judul yang lebih relevan, contohnya “Inilah Kapal Pesiar Termewah, Rugi gak liat”.

Labih lanjut, berikut ini tata cara mengoptimalkan tag title.

Gunakan judul blog/artikel yang singkat dan jelas. Dengan judul yang singkat dan jelas maka visitor akan lebih cepat memahami isi dari informasi yang kita sajikan. Bahkan Google hanya mendukung 65 Karakter (termasuk spasi dan tanda baca) untuk snippet. Jadi jika fokus pencarian blog anda melalui melalui search engine google, jangan membuat judul melebihi 65 karakter.
Buatlah Judul Yang Menarik. Semakin menarik tentu semakin mengundang rasa penasaran visitor.
Taruhlah Keyword di Judul. Disarankan menaruh keyword atau kata kunci di judul. Banyak kawan-kawan blogger yang asal membuat judul tanpa ada keyword disana, sangat disayangkan, karena search engine akan kesulitan membacanya.
Sebaiknya menggunakan font h1. Title tag sebaiknya menggunakan h1, font-size disesuaikan dengan css. Karena search engine akan menscan, dari yang h1 terlebih dahulu, sampai h6.

Chapter 4. Gateway WAN/Metro Interfaces

4:59 AM
0 comments
This chapter discusses WAN and metropolitan-access approaches that differ from native switched Ethernet LAN infrastructures. You need to learn about these approaches because the majority of UNIX administrators are aware only of Ethernet network interfaces for connectivity of their beloved systems.
Note that the network access layer delivered to homes and business premises via access/edge metro architectures is either based (generally) on copper cabling or optical cables. In rural areas, the most commercially feasible solutions are dial/wireless access with rapid deployment of digital subscriber line (DSL) infrastructures operated by smaller regional Internet service providers (ISPs) and occasionally local cable networks. The information in this chapter is presented from the customer's (CPE = Customer Premises Equipment) point of view. This discussion considers CPE gateway functionality and not directly connected isolated clients.
In today's metropolitan areas, the following access solutions can be provided to customers:
Dial services (analog/ISDN)
Wireless solutions (laser, microwave, 802.11, GSM, GPRS, UMTS, satellite)
Plain Ethernet services
Metro cable access (Ethernet interfaces)
Synchronous serial digital leased lines (DLLs)
SDH/SONET links
ATM or Frame Relay services
Different flavors of DSL services
Fiber/UTP/STP to the home (Ethernet offerings up to Gbps or shaped transmission rates)
Ethernet via existing PSTN cabling with integrated telephony (LRE = Long Reach Ethernet)
Powerline communications (Internet access via power lines)
Dial-on-Demand Routing: Analog and ISDN Dialup
State-of-the-art digital modems and ISP remote-access platforms support the new ITU V.92 and V.44 standards with features such as better compression, modem-on-hold, quick-connect, and improved upstream performance. However, only time will tell whether ISPs will rush to migrate to these new standards given the development of alternative access technologies with better margin, the risk of introducing instabilities in stable access networks, and the questionable commercial feasibility of upgrading existing equipment, firmware, or software. All modern modems support at least V.90/V.34/V.42bis.

ISDN is available in the form of Basic Rate Interfaces (BRIs) and Primary Rate Interfaces (PRIs) with the capabilities of channel bundling. ISDN is often used for backup scenarios (dial-on-demand routing) and call aggregation, whereas analog modems are often deployed for remote management of network equipment.

In spite of the positive aspects, ISDN backup scenarios are often plagued by the following problems and restrictions:

Backup for at least 50 percent of business bandwidth is not commercially feasible and essentially means deployment of an access server with one or more PRIs.

Deployment results in complicated policy routing configurations. For example, what kind of traffic triggers a dial connect? What is the definition of timeouts, of thresholds? What condition triggers teardown of a dial line? Flapping interfaces, Network Address Translation (NAT) scenarios, and IP Security (IPSec) backups further complicate the matter.

To carriers and service providers, AAA (authentication, authorization and accounting) is a fundamental issue. The effort regarding authentication, IP address allocation, and assignment is considerable for backup scenarios.

Experience has proven that often carrier DLLs as well as the PSTN use the same trunks originating in the same central office. This defeats the purpose of dial backups and presents a treacherous picture of safety, especially at the edge of these infrastructures, where redundant trunks are rare.

Businesses tend to favor dual-homed Internet access with their own autonomous system (AS), provider-independent (PI) address block, and flexible Border Gateway Protocol (BGP) routing. This makes ISDN backup scenarios obsolete to a large extent. However, with the maturity of DSL, wireless, and cable networks, these technologies could be used for backup scenarios as well, even in concert with BGP routing. One has to consider slightly different service-level agreements (SLAs) and the issue of availability in the region, though.

Analog modem adapters, ISDN cards, single-chip solutions, and PRI/channelized PCI or ISA adapters are available in many variants. For a small number of PRI adapters, proprietary UNIX drivers are available and complemented by some open-driver initiatives. A discussion of channelized interfaces goes beyond the scope of this book

Wireless Technologies

4:57 AM
0 comments
Wireless adapter cards and access points for 802.11A/B/G networks are available and have become popular.
Already UNIX kernels support a vast number of different vendor products, with 802.11G drivers catching up. Unfortunately, the Wired Equivalent Privacy (WEP) used for link-layer security is inadequate for modern requirements and can be compromised easily. The successor security architecture (IEEE 802.11I) should be ready by the end of 2004. Several vendors have already started to implement the draft of this standard.

802.11-based networks are plagued by uninvited guests who either connect for free Internet access or for the purpose of sniffing with roaming adapter cards. Therefore, it is highly recommended to add IPSec (3DES/AES) on top of wireless 802.11 networks for transparent encryption, eventually accompanied by measures such as SSH or SSL. Alternative user-space crypto tunnels can be deployed, too. In addition, strong and encrypted authentication is necessary, because MAC-address-based accounting is of limited use, due to the fact that these addresses can be easily changed/spoofed and are tedious to deploy in a vast network of access points. IEEE 802.1X addresses some of these issues.
802.11 is not the only wireless technology available, just the youngest one. Microwave links, satellite links, and laser links will still be available for a long time. The use of GPRS (General Packet Radio Service) and UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) is on the rise.
SDH/SONET
Customers can rent Synchronous Digital Hierarchy/Synchronous Optical Network (SDH/SONET) links from carriers and provide their Layer 2 protocol/encapsulation of choice or directly deploy PoS (Packet over SDH/SONET). These links can be acquired either protected (spare port) or unprotected.
For larger enterprise customers, the carriers usually deploy add/drop multiplexers to deliver fractional STM1/OC3 bandwidth. Depending on the linecards of these multiplexers, channels as small as 56/64 kbps could be extracted/injected (added/dropped in multiplexer lingo). T1/E1 fractions are the most common when looking at the total number of deployed units, most of them at carrier edge facilities. Due to the increasing bandwidth needs of larger enterprises, such trunks are normally sold as multiples of full T1/E1 rates. In carrier backbones, state-of-the art photonic networks based on optical cross-connects and dense wavelength-division multiplexing (DWDM) technology transport aggregated traffic of multiple 10 to 100 Gbps
Powerline Communications
Deployment of powerline systems (low-voltage communication) for WAN access requires new equipment at every electrical substation of the energy supplier. The subscriber must be within the rather short and tight distance restrictions of a few hundred meters. Powerline intrinsically is a shared-access technology as well and delivers an Ethernet/USB interface as a demarcation point.
Powerline itself, although initially difficult to deploy, offers the opportunity of new and exciting services: LAN-only powerline in-house cabling, energy management, and remote control of electrical home equipment, just to mention a few.
NOTE
Deployment of T1/E1 symmetrical bandwidth is common. For a technology overview, go to http://www.ipcf.org/powerlineintro.html.
Ethernet to the Home/Premises
With the advances and widespread availability of long- and ultra-long-reach photonic networks, carriers can now provide 10/100/1000-Mbps Ethernet or shaped bandwidths to metropolitan customers, delivering Ethernet demarcation points (optical or copper ports). These services are offered transparently or via virtual LAN (VLAN) or Multiprotocol Label Switching (MPLS) architectures.
Cisco Long-Reach Ethernet (LRE)
Cisco LRE delivers speeds of 5 Mbps to 15 Mbps over legacy category 1/2/3 wiring over several thousand meters. LRE is an extension to the IEEE 802.3 Ethernet standard for single-pair wiring. This requires special switch ports on one end and CPE devices for the office ports on the other end to simultaneously use Plain Old Telephone System (POTS) and Integrated Services Digital Network (ISDN). This is achieved via a sophisticated modulation approach: quadrature amplitude modulation (QAM). Cisco provides a solution that consists of switches, CPE devices, and a POTS splitter for simultaneous use of existing private branch exchange (PBX) equipment.

NOTE

The LRE architecture can coexist with DSL on the same wire bundle facilitating frequency-division multiplexing (FDM).

Synchronous Serial Interface and PRIs

4:53 AM
0 comments
UNIX systems provide excellent support for high-performance T1/E1 and some T3/E3 interface cards, as well as for some High-Speed Serial Interface (HSSI) adapters (up to 52 Mbps) and PRIs. Several vendors provide dedicated drivers and management software for open-source Unices. The NICs integrate nicely into a Cisco WAN network and provide varying telecommunication characteristics:
Clear-channel/channelized/fractional operation
Multiple ports
Physical interfaces: V.35, V.36, X.21, RS-232
With or without integrated CSU/DSU
RAS option: with or without integrated digital modems (DSPs)
PRI signaling
Internal/external clocking
Almost all synchronous serial NICs support the following Layer 2 encapsulation formats:
LAPB (X.25 Layer2)
Frame Relay
Cisco HDLC
Synchronous PPP
Frame Relay services are deployed by carriers up to T3 bandwidth in the United States and up to E1 bandwidth in Europe and most other countries in 56/64-kbps or sometimes even smaller increments (subrates/derived channels). Configuration of X.25 or Frame Relay is similar to Cisco configurations with regard to virtual/subinterface concepts and topology (point to point, point to multipoint, and so on).
ATM Interfaces
Some vendors sell PCI ATM interface cards for ATM25 DSL interfaces, 155-Mbps STM-1/OC3, as well as "exotic" 622-Mbps STM-4/OC12 NICs, featuring both optical and electrical RJ-45 interfaces.
OpenBSD, Linux, and FreeBSD provide an ATM stack, but only a limited family of adapters is supported. This family unfortunately includes almost no state-of-the-art models. The best support available for ATM adapters is provided for Marconi ForeRunner and Efficient Networks chipsets. Consult the hardware compatibility list of the respective operating systems for further details.
As far as I have researched the matter, it would be interesting to deploy ATM25 adapter cards for UNIX gateway devices. Unfortunately, few vendors supply PCI models; almost all development effort appears to go into embedded systems for deployment in integrated access devices (IADs). ATM25 supports approximately 10.5-Mbps high-speed, 8-Mbps full-rate, and 4-Mbps or G.Lite downstream speeds and can accommodate ADSL, SDSL, VDSL, and G.SHDSL.

Because I do not own ATM-PCI adapters, no lab is provided in this section. The following sections discuss the Linux and FreeBSD ATM stack and configuration tools in detail. If you own two ATM interfaces cards, you can use an optical crossover cable pair for a nice lab or connect them to an ATM switch for ILMI testing. For RJ-45 crossovers, consult the pin assignments of the vendor's adapter manual.
Linux ATM Support
Unfortunately, there appears to be no further development going on with regard to the Linux ATM Project (http://linux-atm.sourceforge.net), which, of course, does not mean that it is not stable or useful. The drivers are included in up-to-date kernels. In addition, you still need to download the ATM support tools from http://linux-atm.sourceforge.net. Linux ATM implements several ATM-related daemons: atmsigd, ilmid, and atmarpd, as well as several ancillary tools.
Example 4-1 presents configuration of ATM PVC/SVC pairs under Linux. Remember, ATM PVCs are point-to-point abstractions.
To configure the atm0 interface as 10.1.1.1/30 and build a PVC on PHY 0, VPI 0, VCI 51 (emphasized by the shaded text) to the far-end 10.1.1.2/30, type the commands in the order presented in Example 4-1.
Example 4-1. Simple Linux ATM Interface and PVC Configuration
[root@callisto~#] atmarp -c atm0
[root@callisto~#] ifconfig atm0 10.1.1.1 netmask 255.255.255.252 mtu 4470
[root@callisto~#] atmarp -s 10.1.1.2 0.0.51
For an in-depth discussion, consult the Linux ATM-on-Linux HOWTO.
The FreeBSD HARP ATM Subsystem
FreeBSD provides mature ATM support via the Host ATM Research Platform (HARP) software. For configuration details, consult the atm(8) man page and the links in the "Recommended Reading" section
Cable Access (Ethernet Interfaces)
Cable access can be deployed easily. The vast majority of providers deliver a CPE device (cable modem) that terminates the coax network frequency bands that carry data, TV, and telephony, and provide a standard Ethernet/POTS/ISDN interface as the demarcation point.
To get telephony out of the RF side, an additional termination unit is needed. In contrast to DSL architectures, no additional software or stack components (PPTP, PPPoA, PPPoE) are required on the attached end system or gateway. The cable modem connects via coaxial drop and trunk cables as well as signal repeaters to a carrier's cable head-end. Mixed architectures featuring optical-electrical converters for optical trunk cables are used, too. In contrast to DSL, this is a shared medium; therefore, VLAN architectures and MAC-based access control are commonly deployed and addresses delivered to the customer via Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
DSL Access
Historically, DSL has been an asymmetric service (ADSL), evolving into a symmetric one (G.SHDSL) designed to replace E1 TDM circuits and provide voice, ATM, raw IP, and ISDN transport.

DSL copper cables are terminated at a central office (CO) DSLAM port (digital subscriber access line multiplexer). The DSLAM serves two purposes:

One is to physically terminate the subscriber line and separate the voice band from the data bands utilizing an integrated splitter device similar to the one on the customer end; the voice signal is delivered directly to the PSTN network on OSI Layer 1.

The second purpose is to relay the data traffic to an IP backbone, usually based on ATM or Ethernet. Aggregation and service-selection gateways constitute the distribution layer of modern DSL provider architectures.

Almost all open-source UNIX operating systems provide mature PPTP support required for the PPPoA architectures that are popular in some European countries. Linux, OpenBSD, and FreeBSD support native PPPoE. PPPoA or PPPoE support of your favorite operating system usually requires a modified/patched version of the PPP toolset. Discussion goes beyond the scope of this book, but you can find easily several cookbooks for setup via your favorite search engine or Linux repository. Several DSL NICs are also available (ATM25, splitterless operation). Some of their important characteristics are as follows:

DSL modes of operation: PPPoA, PPPoE, bridging mode

DSL flavors: ADSL, HDSL, SDSL, G.SHDSL, G.Lite, VDSL, and so on

Software requirements of DSL access: PPPoE or PPPoA stack support, PPTP (for example, via Netgraph/mpd daemon under FreeBSD)

Lab 4-1: Synchronous Serial Connection Setup
This lab (as shown in Figure 4-1) facilitates two Sangoma synchronous serial S514/ET1 PCI adapter cards, connected via an RJ-45 crossover cable for point-to-point configuration between a Linux (callisto) and FreeBSD (castor) gateway. This lab deals with Layer 1 and Layer 2 issues; later labs in following chapters add scenarios on top of the data link layer. For the pin layout of the RJ-45 crossover cable as well as the installation of the NIC drivers, consult the Sangoma website.

Chapter 5. Ethernet and VLANs

4:51 AM
0 comments
Chapter 5. Ethernet and VLANs
This chapter deals with all issues and aspects of Ethernet network interface cards (NICs) with regard to the physical and data link layers. It discusses card-specific aspects such as Media Access Control (MAC) address modification, cabling issues, hardware virtual LAN (VLAN) support, as well as aspects of the OS-specific IP stacks such as IP aliases, 802.1Q VLAN support, and bridging modes of operation.
The second half of this chapter investigates the capabilities of these interfaces when connected to switches, routers, or other UNIX gateways. The chapter concludes with a discussion of bridge and VLAN security, Ethernet channel bonding, and some hands-on labs.
Ethernet NICs
Modern Ethernet NICs are cheap and available in many different flavors. I strongly recommend not relying on the cheapest NICs for production applications, because of the limitations of the chipsets used. A sufficient onboard buffer is also essential for TCP performance.
Note that similar to Cisco router interfaces, the adapters need configuration in terms of speed, duplex settings, and maximum transfer unit (MTU). All the necessary parameters can be set with the UNIX ifconfig command, available on virtually all UNIX platforms.
On Linux systems, the ifconfig tool has evolved into the ip utility (which is part of the iproute2 package). Consult the ifconfig manual pages and the iproute2-HOWTO for details. We will also use this utility for alias and VLAN configuration. I am well aware that iproute2 has superseded many Linux tools such as ifconfig and route, but these are available on all UNIX systems (whereas iproute2 is specific to Linux only).
Autonegotiation of speed and duplex settings has not proven reliable under many circumstances (IEEE 802.3U). The MAC address of some adapters can be changed with a user-space utility provided either by the vendor or the open-source community. This is not possible for all types of NICs. In the worst case, you can use a DOS boot disk with the appropriate utilities. Most vendors also provide firmware upgrades for their products.
NOTE
Exercise care with features such as Wake-On-LAN.
I strongly suggest reading the hardware compatibility notes of your OS releases to ensure proper operation of hardware VLAN support, multicasting, and special features. I also recommend using the same brand of adapters throughout your topology. This makes replacements and driver deployment much easier and does not require kernel recompilation.
Hubs, Bridges, and Multilayer Switches
Because this is not an introductory text, I do not discuss the operation theory of bridges, switches, and hubs. I just want to mention that I am using hubs in my lab setup for the ease of packet sniffing without the need to configure analyzer ports on a switch, which are easily overwhelmed with the traffic of an entire VLAN. This feature is called Switch Port Analyzer (SPAN) on Cisco switches. Besides, I do not own enough switches to build an interesting spanning-tree lab. Therefore, you will find just two limited spanning-tree labs at the end of this chapter so that you can look at the bridge protocol data units (BPDUs) going back and forth between a Linux bridge and a Cisco switch for demonstration purposes.

Of course, I once again warn you about the limited or missing loop-detection mechanisms of some UNIX bridge modes. Take the appropriate topological steps to avoid loops and do not emulate switch functionality with UNIX gateways. Linux, NetBSD, and OpenBSD implement the IEEE 802.1D STP (Spanning-Tree Protocol), which is in charge of loop prevention in switched/bridged topologies in only a crude and limited way.

Instabilities in STP behavior represent the single most severe threat to switched LAN environments with multiple switches and bridges because of the timers involved and the high-performance characteristic of modern switch fabrics. When STP fails, frames might not just circle infinitely; they might multiply (to make the matter even worse). Nevertheless, UNIX bridging modes have their merits in terms of trunk filtering, traffic shaping, and transparent firewalls. Just remember that they are not intended to emulate or replace dedicated switches
Access Ports, Uplinks, Trunks, and EtherChannel Port Groups
A switch's port can either be a simple access port, an up/downlink to a switch or hub, a trunk port for VLAN transport, or a member of a Fast/Giga EtherChannel port group. A UNIX gateway can be connected to another one via a crossover link, can be connected to a switch, can form a VLAN trunk to another trunking-capable neighbor, or can form high-bandwidth multiport EtherChannel connections.

EtherChannels are often constructed with dedicated dual or quad Fast Ethernet NICs and are able to transport and trunk VLANs. At the time of this writing, they offer an alternative to Gigabit Ethernet NICs, especially with low-end 32-bit servers that might have difficulties feeding Gigabit Ethernet. Nevertheless, it is perfectly feasible to use four isolated NICs of good quality. The only requirement is that the other side of the link is EtherChannel-capable as well. As time passes, we will see a similar feature for Gigabit Ethernet gaining momentum. In general, you will come across one of the following EtherChannel or EtherChannel-like implementations:

FreeBSD EtherChannel kernel patch, which supports Cisco Fast EtherChannel (via the Netgraph facility). Two or four ports can be combined into a single aggregate interface.

Linux Ethernet channel bonding.

Cisco Proprietary Fast EtherChannel (featuring PAgP, or Port Aggregation Protocol).

The IEEE 802.3AD link aggregation standard (featuring LACP, or Link Aggregate Control Protocol).

Solaris Ethernet trunking.

Proprietary drivers for dedicated dual and quad interfaces with configuration utilities.

Useful EtherChannel-related links are presented in the "Recommended Reading" section at the end of this chapter.